AMITRIPTILIN
0 20.299

AMITRIPTILIN

Tablet
Obat Standar
Lain-lain
Beri rekomendasi

Indikasi:
Untuk menghilangkan gejala depresi. Depresi endogen cenderung lebih mudah ketimbang depresi jenis lain.

Kontra Indikasi:
Amitiptilin dikontraindikasikan pada pasienYang pemah mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap obat ini. Obat ini jangan diberikan secara bersama-sama dengan penghambat monoamin-oksidase. Krisis hiperpirelaia, kejang-kejang berat dan kematian telah terjadi pada pasien yang mendapat antidepresi trisiklik dan obat penghambat monoaminoksidase secara bersama-sama. Penghambat monoaminoksidase j ika diinginkan diganti dengan amitriptilin, minimum diperlukan selang waktu selama 14 hari setelah obat yang pertama dihentikan. Setelah itu amitriptilin harus diberikan dengan hati-hati dengan peningkatan dosis secara bertahap, sampai tercapai respons optimal. Obat ini tidak direkomendasikan untuk digunakan selama fase pemulihan akut setelah infark miokard.

Amitriptilin merupakan obat antidepresi dengan efek sedatif. Mekanisme kerjanya pada manusia tidak diketahui. Ia bukan suatu penghambat monoamin-oksidase dan tidak bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat.
Amitriptilin menghambat mekanisme pompa membran yang bertanggung jawab untuk proses ambilan nore-pinefrin dan serotonin pada neuron adrenergik dan serotonergik. Secara fannakologik, efek ini dapat memperkuat atau memperpanjang aktivitas neuron karena proses arnbilan dari amin biogenik ini secara fisiologik penting dalam menghentikan aktivitas transmisi. Pengaruhnya terhadap proses ambilan kembali norepinefrin dan/atau serotonin diduga oleh beberapa ahli mendasari aktivitas antidepresi amitripti-lin.

Peringatan
Amitriptilin harus digunakan dengan hatihati pada pasien dengan riwayat kejang, dan disebabkan oleh efek atropine-like"nya, obat ini juga tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat retensi urin, glaukoma sudut tertutup atau meningkatnya tekanan intraokular. Pada pasien dengan glaukoma sudut tertutup, dosis kecil sekalipun dapat mencetuskan suatu serangan. Pasien dengan kelainan kardiovaskular harus diawasi secara ketat. Jika amitriptilin diberikan dalam
dosis yang besar, dilaporkan dapat terjadi aritmia, sinus takikardia dan pemanjangan waktu konduksi. Infark rniokard dan stroke telah dilaporkan terjadi dengan obat-obat antidepresi trisiklik. Aniitriptilin harus diberikan dengan pengawasan ketat pada pasien hipertiroid atau pasien yang, sedang mendapat obat-obat tiroid.

Penggunaan pada kehamilan:
Efek teratogenik tidak ditemukan pada mencit, tikus atau kelinci pada pemberian amitriptilin secara oral sampai 13 kali dosis yang dianiurkan untuk manusia.
Meskipun demikian, amitriptiiin temyata menirnbulkan efek teratogenik pada binatang mencit dan tupai jika diberikan dosis 9-33 kali dosis maksimumyang dianjurkan pada manusia.
Amitriptilin ciapat mencmbus plasenta. Meskipun hubungan sebab akibat belurn dapat dibuktikan, ada beberapa laporan mengenai timbulnya efek samping seperti efek susunan saraf pusat, deformitas anggota gerak atau hambatan perkembangan pada bayi yang ibunya menelan amitriptilin selama kehamilan.
Tidak ada pehelitian yang adekuat maupun terkontrol dengan baik pada wanita hamil. Amitriptilin harus digunakan,pada kehamilan hanya jika manfaatnya terhadap si ibu rnelebihi potensi resikonya terhadap janin.

Ibu merqasui: Amitriptilin diekskresi ke dalam air susu.
Disebabkan potensi efek samping yang berbahaya akibat amitriptilin pada bayi yang menyusu, perlu diambil suatu keputusan apakah si ibu tidak menyrsui lagi atau menghentikan obafrrya, dengan mempertimbangkan kepentingan obat tersebut untuk si ibu.

Penggunaan pada anak:
Disebabkan tidak adanya pengalaman mengenai penggunaan obat ini pada anak-anak, ia tidak direko- mendasikan untuk pasien di bawah usia 12 tahun.

Perhatian
Pada pasien skizofrenia dapat memperberat gejala psikosisnya, demikian juga pada pasien dengan gejaia paranoid. Pasien dengan depresi, terutama yang menderita kelainan manik depresif, dapat mengalami pergeseran ke arah mania atau hipomania. Pada keadaan ini dosis amitriptilin dapat dikurangi atau dapat diberikan secara bersama-sama dengan suatu antipsikotik seperti perfe nazit.
Kemungkinan bunuh diri pada pasien depresi masih dapat terjadi sampai timbul remisi bermakna. Pasien-pasien yang mempunyai potensi bunuh diri tidak boleh menyimpan obat ini dalam jumiah yang besar. Jika mungkin, obat harus dihentikan beberapa hari sebelum melakukan pembedahan elektif.
Telah dilaporkan timbulnya peningkatan dan penurunan kadar gula darah.
Amitriptilin harus diberikan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Pasien yang sedang mendapat terapi amitriptilin harus diberitahu mengenai kemungkinan timbulnya gangguan mental dan/atau gangguan fisik yang dapat berbahaya untuk dapat mengoperasi-kan mesin atau mengendarai kendaraan.

Interaksi Obat
Amitriptilin dapat mengharnbat efek antihipertensi guanitidinatau obat yang mempunyai kerja yang mirip dengan guanitidin.
Amitriptilin meningkatkan respons alkohol dan efek barbiturat maupun depresi susunan sarafpusat yang lain. Delirium dilaporkan terjadi pada pemberian amitriptilin bersama-sama dengan disulfiram. Jika amitriptilin diberikan bersama obat antikolinergik atau simpatomimetik, seperti epinefrin yang dikombinasi dengan anestetik lokal, maka perlu dilakukan pengawasan ketat dan penyesuaian dosis secara hati-hati. Hiperpireksia pernah dilaporkan bila amitriptilin diberikan bersama obat antikolinergik atau obat neuroleptik, terutama di tempat iklim yang panas.
Ileus paralitik dapat timbul pada pasien yang menelan antidepresi trisiklik dalam kombinasi dengan obat yang mempunyai efek antikolinergik.
Simetidin menurunkan metabolisme hati anti-depresi trisiklik tertentu, karena itu memperiambat eliminasi dan meningkatkan kadar obat-obat ini dalam darah.
Pemberian amitriptilin bersamasama terapi syok elektrik dapat mernperbesar bahaya terapi semacam ini. Terapi semacam ini harus dibatasi untuk pasien yang betulbetul memerluk.umya.

Efek Samping
Kardiovaskular:
Infark miokard, stroke, perubahan EKG non-spesifik, perubahan konduksi AV blokjantung, aritnia, hipotensi terutama hipotensi ortostatik, sinkope, hipertensi, takikardia, palpitasi.
Susunan saraf pusat dan neuromuskular:
Coma, kejang, halusinasi, delusi, keadaan konfusi, disorientasi, inkoordinasi, ataksia, tremor, neuropati perifer, kematian rasa, rasa geli, parestesi pada anggota gerak, gejala ekstra piramidal, disartria, gangguan konsentrasi, rasa gembira, ansietas, insomnia, gelisah, mimpi bunrk, mengantuk, pusing, lemah, letih, sakit kepala, gangguan sekresi ADH, tinitus dan perubahan pola EEG.
Antikolinergik:
Ileus paralitik, hiperpireksia, retensi urin, dilatasi saluran kemih, konstipasi, penglihatan kabur, gangguan akomodasi, peningkatan tekanan intraokular, midriasis da nmulut kering.
Alergi:
Ruam kulit, urtikaria, fotosensitisasi, edema wajah dan lidah.
Hematologi:
Agranulositosis, lekopenia, trombositopenia, purpura dan bosinofilia.
Saluran cerna:
Jarang sekali timbul hepatitis, mual, rasatidakenakdi daerah epigastrium, muntah, anoreksia, stomatitis, rasa kecap yang ganjil, diare, pembengkakan kelenjar parotis dan lidah bewarna hitam.
Endokrin:
Pembengkakan testis dan ginekomastia pada pria, pembesaran payudara dan galaktore pada wanita, peningkatan atau penununn libido, impotensi, peningkatan atau penuruna kadar, gUla darah.
Lain-lain:
Alopesia, edema, penunrnan atau peningkatan berat badan, polakisuria, keringat berlebih dan sindroma "lupus like".
Gejala putus obat:
Setelah pemberian jangka paniang, penghentian obat secara mendadak dapat menimbulkan gejala mual, sakit kepala dan malaise. Penurunan dosis secara bertahap dalam 2 minggu dilaporkan menyebabkan gejala semeotara seperti iritabilitas, gelisah, gangguan tidur disertai rnimpi. Gejala-gejaila ini bukan merupakan petunjuk suatu adiksi. Pada keadaan yang sangat jarang, dilaporkan timbulnya mania atau hipomania dalam 2-7 hari setelah penghentian terapi kronik dengan antidepresi trisiklik.

Takar Layak
Dosis yang tinggi dapat menyebabkan konfusi sementara, gangguan konsentrasi atau halusinasi penglihatan sementara. Takar lajak menimbulkan rasa kantuk, hipotermia, takikardia, aritnia, gagal jantung kongestif, dilatasi pupil, gangguan motilitas okular, kejanf-kejang, hipotensi bera! shrpor, corna, poliradi-kuloneuropati.
Semua pasien yang diduga mengalami takar lajak harus segera dirawat di rumah sakit. Pengobatan bersifat simptomatik dan suportif. Kosongkan lambung secepat
mungkin dengan perangsangan muntatr melalui bilasan lambung pada saat tiba di rumah sakit, setelatr itu dapat diberikan arang aktif. Arang aktif sebanyak 20-30g dapat diberikan tiap 4-6 jam selama2448 jam setelah pasien menelan obat. Pemeriksaan EKG perlu dilakukan dan dilakukan pemantauan fungsi jantung
secara ketat jika ada tanda-tanda kelainan. Pertahankan saluran napas yang bebas dan asupan cairan secara cukup, serta pertatrankan suhu tubuh.
Fisostigmin salisilat 1-3 mg secara innavena dilaporkan dapat memulitrkan gejala keracruran antidepresi tisiklik.

Dosis ini dapat diulang sesuai keperluan. Aritmia janhmg dapat diobati dengan neostigmin, piridostigmin atau propanolol jika terjadi gagal jantung, pemberian digitalis perlu dipertimbangkan. Pemantauan fungsi jantung secara ketat dianjurkan paling tidak dilakukan selama 5 hari.
Jika terjadi kejang-kejang dianjurkan pemberian anestetik inhalasi, diazepamatau paraldehid. Dialisis tidak berguna disebabkan kadar plasma obat yang rendah.

Dosis dan Cara Pemberian

Oral:
Dosis harus dimulai dengan dosis rendah dan ditingkatkan secara bertahap, dengan mem-perhatikan secara seksama respons klinik dan tanda-tanda
timbulnya intoleransi. Dosis awal untuk dewasa: untuk pasien berobat jalan
umumnya amitriptilin 75 mg sehari dalam dosis terbagi dianggap cukup. Jika perlu, dosis ini dapat ditingkatkan sampai 150 mg sehari.
Peningkatan dosis sebaiknya dilakukan sore dan/atau sebelum tidur. Efek sedatif dapat timbul sebelum efek antidepresi muncul dan efek terapi yang adekuat memerlukan waktu sampai 30 hari. Metoda alternatif untuk memulai terapi pada pasienberobatjalan adalah dengan mulai memberikan amitriptilin 50-100 mg
sebelum tidur. Ini dapat ditingkatkan sebesar 25 atau50 mg sebelum tidur jika perlu, sampai mencapai total sebesar 150 mg sehari.
Pasien yang dirawat di rumah sakit mungkin memerlukan 100 mg sehari sebagai dosis awal. Ini dapat ditingkatkan secara bertahap sampai 200 mg sehari jika perlu. Sejumlah kecil pasien yang dirawat memeriukan sampai 300 mg sehari.
Remaja dan pasien usia lanjut: secara umum dianjurkan dosis kecil padapasien-pasien ini; 10 mg 3 kali sehari ditambah 20 mg sebelum tidur dianggap cukup pada remaja dan pasien usia lanjut yang tidak dapat mentoleransi dosis tinggi.

Dosis penunj ang: dosis penunjang lazim amitiptifin adalah 50-100 mg sehari. Pada pasien-pasien tertentu 40 mg sehari sudah mencukupi. Untuk terapi penunjang, dosis tgtal harian dapat diberikan sebagai dosis tunggal dan sebaiknya diberikan sebelum tidur. Jika perbaikan dianggap memuaskan, dosis dapat dihrunkan sampai dosis terkecil yang dianggap masih efektif. Umumnya terapi penunjang dilanjutkan selama 3 bulan atau lebih untuk mengurangi kemungkinan kambuh.'
Suntikan intramuscular:
Dosis awal adalah 20-30 mg 4 kali sehari. Jika suntikan amitriptilin digunakan sebagai terapi awal pada pasien yang cidak dapat atau tidak mau menelan tablet
amitriptilin, maka segera setelah keadaan memungkinkan suntikan harus diganti dengan tablet.

Nama Otat dan Produsen Amitriptilin:
MUTABON D, MUTABON M (Schering Plough)

Obat Terkait

0 Komentar

  1. Belum ada komentar. Berikan komentar atau ulasan Anda terhadap AMITRIPTILIN

Beri Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *



Informasi yang tersedia di DechaCare.com diambil dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter Anda bila masalah kesehatan atau sakit Anda berlanjut. DechaCare.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/penyalahgunaan informasi yang disajikan.

Berlangganan Informasi

Dapatkan informasi kesehatan dan informasi obat terupdate dengan mendaftarkan email Anda.


Copyright © 2017 DechaCare.com. Design website oleh adiacipta.com

Back to Top