AMILORIDE
0 9.113

AMILORIDE

Tablet
Alpharma
Lain-lain
Beri rekomendasi

Indikasi:
Amiloride diindikasikan untuk pengobatan tambahan dengan diuretikthiazid atau diuretikkuat lain pada gagal jantung kongestif atau hipertensi, untuk: a. memperbaiki kadar kalium serum ke arah normal pada pasien yang menderita hipokalemia akibat pemberian diuretik kuat. b. mencegah timbulnya hipokalemia pada pasien yang mempunyai risiko kearah timbulnya keadaan hipokalemia, seperti pada pasien yang sedang mendapat obat digitalis atau pasien dengan aritmia jantung yang bermakna. Amiloride jarang diberikan sebagai obat tunggal. Dibandingkan dengan thiazid, obat ini hanya mempruryai efek diuretik dan antihipertensi lemah.

Kontra Indikasi:
Hiperkalemia Amiloride tidak boleh diberikan jika kadar kalium serum meningkat (> 5,5 mEq/L). Terapi anti-kaliuretik atau tambahan kalium Amiloride tidak boleh diberikan pada pasien yang mendapat spironolactone, triamterene, garam pengganti yang mengandung kaliumdan dietyang kayaakan kalium, karena dapat meningkatkan kadar kalium serum secara cepat. Gangguan fungsi ginjal Amiloride jangan diberikan pada keadaan anuria, insufisiensi ginjal akut atau kronis dan nefropati diabetika, karena dapat menyebabkan hiperkalemia secara cepat. Hipersensitivitas Amiloride dikontraindikasikan pada pasien yang hipersensitif terhadap obat ini.

Farmakologi
Amiloride merupakan diuretift hemat kalium yang mempunyai efek lemah terhadap natriuretik, diuretik dan antihipertensi. Jika diberikan bersama-sama dengan thiazid atau diuretik kuat, amiloride terbukti menurunkan ekskresi magnesium yang terjadi pada pemberian thiazid atatdiuretik kuat. Amiloride bukan merupakan antagonis aldosteron dan efeknya masih tetap timbul tanpa adanya aldosteron.

Efek amiloride umumnya mulai tampak pada 2 jam setelah pemberian dosis oral. Efeknya terhadap ekskresi elektrolit mencapai puncaknya antara 6-10 jam dan menetap sampai kira-kira 24 jam. Kadar puncak plasma dicapai dalam wakru 3-4 jam dan waktu paruh plasma bervariasi antara 6-9 jam. Efek terhadap elektrolit meningkat sampai kira-kira l5 mg.

Amiloride tidak dimetabolisme oleh hati, tetapi diekskresi dalam bentuk yang tidak diubah oleh ginjal. Kira-kira 50% amiloride dengan dosis 20 mg diekskresi ke dalam urin dan 40% diekskresi ke dalam feses dalam waktu 72 jam. Amiloride hanya mempunyai efek yang kecil terhadap kecepatan filtrasi glomerulus atau
aiiran darah ginjal. Karena amiloride tidak dimetabolisme oleh hati, maka akumulasi obat tidak terjadi pada pasien dengan disfungsi hati, tetapi akumulasi dapat terjadi jika terjadi sindroma hepatorenal.

Peringatan
Hiperkalemia
Tanda dan gejala hiperkalemia dapat berupa parestesi, kelemahan otot, letih, paralisis flasid pada anggota gerak, bradikardia, syok dan kelainan EKG.

Diabetes Mellitus
Hiperkalemia dilaporkan terjadi dengan penggunaan diuretik hemat kalium pada pasien diabetes. Amiloride harus dihentikan paling tidak 3 hari sebelum dilakukan tes toleransi glukosa.

Asidosis metabolik atau respiratorik.
Pergeseran keseimbangan asam basa mempengaruhi rasio kalium ekstraseluler/intraseluler dan timbulnya asidosis dapat disebabkan oleh peningkatan kadarkalium serum secara cepat.

Perhatian
Hiponatremia dan hipokloremia dapat timbul jika amiloride digunakan bersama-sama diuretik lain dan peningkatan kadar BUN telah dilaporkan terjadi.

Interaksi Obat
Jika amiloride diberikan bersama-sama dengan penghambat enzim konversi angiotensin, risiko timbulnya hiperkalemia akan meningkat.
Diureik dapat menurunkan bersihan litium ginjal, sehingga meningkatkan risiko keracunan litium. Pada pasien-pasien tertentu, pemberian obat AINS dapat menurunkan efek diuretik, natriuretik dan antihipertensif oleh diuretik kuat, diuretik hemat kaliumdanthiazid.
Belum ada penelitian yang mencukupi atau terkontrol dengan baik pada wanita hamil. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa, amiloride diekskresi dalam air susu tikus dengan kadar yang lebih tinggi ketimbang kadarnya dalam darah, tetapi apakah amiloride diekskresi dalam air susu ibu, tidaklah diketahui.

Efek Samping
Amiloride biasanya dapat ditoleransi dengan baik kecuali untuk efek samping hiperkalemianya dan efek samping yang bermakna jarang sekali dilaporkan. Efek samping minor yang dilaporkan relatif cukup sering terjadi (sekitar 20yo), yaitu berupa mual, anoreksia, nyeri perut, flatulensi dan ruam kulit ringan.

Dosis dan Cara Pemberian
Amiloride harus diberikan bersama-sama makanan.
Amiloride I tablet 5 mg sehari, harus ditambahkanpada obat antihipertensi yang sudah digunakan atau diuretik yang mempuyai efek kaliuretik. Jika perlu, dosis dapat ditingkatkan sampai I 0 mg/trari.
Untuk pengobatan pasien dengan gagal jantung kongestif setelah diuresis dapat dicapai, kekurangan kalsium juga akan berkurang dan kebutuhan akan amiloride perlu dievaluasi kembali dan jika perlu dilalcukan penyesuaian dosis.
Jika amiloride diberikan secara tunggal, dosis awalnya adalah 1 tablet 5 mg/trari. Jika perlu, dosis ini dapat ditingkatkan menjadi 10 mgArari. Umumnya tidak diperlukan lebih dari 2 tablet a 5 mg. Jika hipokalemia masih tetap timbul dengan dosis 10 mg, dosis dapat ditingkatkan menjadi 15 atau 20 mg, yang harus disertai dengan pemantauan ketat terhadap elektrolit.

Nama Obat dan Produsen Amiloride:
LORINID/LORINID MITE (Alpharma)

Obat Terkait

0 Komentar

  1. Belum ada komentar. Berikan komentar atau ulasan Anda terhadap AMILORIDE

Beri Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *



Informasi yang tersedia di DechaCare.com diambil dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter Anda bila masalah kesehatan atau sakit Anda berlanjut. DechaCare.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/penyalahgunaan informasi yang disajikan.

Berlangganan Informasi

Dapatkan informasi kesehatan dan informasi obat terupdate dengan mendaftarkan email Anda.


Copyright © 2017 DechaCare.com. Design website oleh adiacipta.com

Back to Top